Bahu Terasa Nyeri, Kaku, dan Mati Rasa, Mungkin ini Penyebabnya


Ketika sedang bekerja, pernahkah lokasi pundak terasa kaku atau mati rasa secara tiba-tiba? Kondisi ini dapat menghambat aktivitas, baik tersebut untuk mengusung sebuah benda atau menggerakkan tangan. Jika situasi ini pernah kita alami, tidak boleh sepelekan fenomena dan tandanya. Cari tahu apa saja penyebab pundak terasa kaku, nyeri, dan atau mati rasa untuk menolong Anda mempertimbangkan penyembuhan ke dokter lebih cepat.

Berbagai penyebab pundak terasa kaku atau mati rasa

Bahu yang terasa kaku, menandakan adanya masalah pada saraf di dekat bahu. Saraf yang terganggu mengantarkan sinyal ke tubuh dan benak sehingga Anda dapat merasakan sensasi yang berbeda, contohnya nyeri. Saat saraf selama bahu berrmasalah, sensasi yang muncul dapat menjalar ke selama punggung, leher, lokasi tulang selangka, lengan, bahkan hingga ke ujung jari.

Di samping mati rasa pada bahu, fenomena lainnya yang barangkali terjadi ialah memar dan bengkak, pundak terasa berat dan lemah, nyeri dan kesemutan, serta terasa hangat atau dingin saat di sentuh. Tanpa perawatan, fenomena akan semakin bervariasi, meningkat buruk, dan menyebabkan kehancuran saraf atau sendi.

Berikut bisa jadi penyebab pundak terasa kaku, berat, atau mati rasa, antara lain:

1. Saraf kejepit

Saraf kejepit dapat menyebabkan rasa nyeri, lemah, kesemutan, atau mati rasa pada lokasi tubuh. Jika bahu kita mangalami sensasi ini, bisa jadi saraf yang bermasalah ada di dekat tulang belakang. Kondisi ini disebut pun dengan radiculopathy servics.

Kondisi ini terjadi dampak saraf mendapat terlampau tekanan sampai-sampai tidak dapat bermanfaat dengan normal. Beberapa urusan yang mengakibatkan tekanan besar pada saraf antara lain:

  • Otot, tendon, atau tulang yang menusuk saraf
  • Adanya pembengkakan atau peradangan di dekat saraf
  • Saraf terlampau sering memakai jaringan di sekitarnya sampai-sampai menjadi aus
Saraf terjepit di dekat tulang belakang dapat disebabkan oleh cedera punggung, postur tubuh yang buruk, yaitu tidak jarang membungkuk, dan pun melakukan kegiatan yang sama secara berlebihan pada punggung.

2. Cedera rotator cuff

Rotator cuff ialah cincin tendon di dekat sendi bahu. Cincin ini bekerja laksana karet gelang untuk menyangga tulang lengan atas di soket bahu.

Terlalu sering mengerjakan gerakan berulang ketika bekerja atau olahraga serta mengusung beban di atas kepala dapat menekan dan mengakibatkan cedera ritator cuff. Di sisi lain, tidak aktif memakai rotator cuff juga dapat menekan saraf di dekat rotator cuff.

3. Peradangan pada bursae (bursitis)

Bursae ialah kantung kecil mengandung cairan yang berada di sekitar sendi untuk mengayomi tulang, tendon, dan otot. Bursae dapat iritasi dan mengakibatkan pembengkakan. Kondisi ini disebut pun dengan bursitis.

Orang dengan cedera rotator cuff mempunyai risiko tinggi terpapar penyakit ini. Penyebab meradangnya bursae seringkali disebabkan oleh cedera atau gerakan berulang di dekat bahu yang terlampau sering. Di samping bahu, bursitis juga dapat terjadi di dekat lutut, tumit, pangkal ibu jari kaki, siku, dan pun pinggul.

4. Peradangan pada sendi

Peradangan dapat terjadi dimana saja pada tubuh Anda, terutama di dekat sendi. Bila peradangan terjadi pada sendi bahu dapat diakibatkan oleh rheumatoid arthritis (rematik). Sementara peradangan yang terjadi pada kartilago (tulang rawan) dinamakan dengan osteoarthritis.

Kedua situasi ini dapat disebabkan oleh kekeliruan sistem imun, infeksi, dan penuaan tulang. Tanpa perawatan yang tepat, tidak melulu sendi, saraf di dekat sendi yang meradang juga dapat rusak.

5. Tulang selama bahu bergeser dan bone spurs

Pergeseran tulang (dislokasi) dapat merusak otot, tendon, dan saraf sehingga memunculkan sensasi kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Bila Anda merasakan sensasi tersebut di dekat bahu, ada bisa jadi tulang belikat, tulang lengan atas, atau tulang selangka merasakan pergeseran.

Kondisi ini lazimnya terjadi sebab cedera. Jika kita pernah mengalami situasi ini dan telah diobati, risiko tulang pulang bergeser di lantas hari bakal meningkat. Di samping tulang bergeser, penebalan pada tulang (spurs) sesudah cedera sendi juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada bahu. Rasa kaku dan nyeri akan hadir dan hilang, khususnya bila tubuh terlampau aktif bergerak.

6. Kondisi lainnya

Di samping masalah pada saraf, sendi, dan tulang, sejumlah penyakit kronis dan situasi tertentu juga dapat menyebabkan pudak terasa kaku nyeri, atau kesemutan, seperti:

  • Diabetes yang telah parah sampai-sampai menyebabkan kehancuran saraf
  • Serangan jantung yang mengakibatkan lengan tangan terasa lemas, disertai nyeri dada dan sesak napas
  • Stroke yang mengakibatkan sisi tubuh jadi kesemutan dan mati rasa, tergolong pada satu unsur pundak

Bahu Terasa Nyeri, Kaku, dan Mati Rasa, Mungkin ini Penyebabnya