Cara Cepat Mendinginkan Emosi Pasangan yang Sedang Marah


Bertengkar dengan pasangan ialah hal yang biasa, bahkan dapat dibilang bumbu asmara. Namun saat ujung-ujungnya jadi amarah, cekcok tentu telah jadi tidak sehat lagi dan mesti segera dihentikan. Lalu bilamana Anda yang jadi target amarah pasangan, apa yang dapat Anda segera kerjakan untuk menenangkan isi kepalanya?

Menghadapi pasangan marah tanpa ikut tersulut emosi


Segera kerjakan tindakan berikut guna meredakan amarahnya.

1. Dinginkan kepala kita sendiri

Meredakan amarah pasti tidak dapat dengan emosi yang pun sama tinggi. Emosi tersebut menular. Maka, tidak boleh mudah terpancing emosi saat pasangan marah. Yang ada, kondisi malah kian tambah runyam.

Coba sejenak diam di tengah adu mulut guna tarik dan hembuskan napas dalam-dalam. Hitung perlahan dari 1-10 dan tenangkan diri Anda supaya bisa beranggapan jernih.

2. Bikin ia nyaman

Begitu kita merasa emosinya kian menjadi-jadi, segera ajak dia duduk di sofa atau pergi ke luar lokasi tinggal untuk mencium udara segar. Misalnya dengan berkata, “Kita bicarain ini seraya duduk aja, yuk.” atau “Diskusiin ini di luar saja, yuk. Takut tersiar anak-anak bila di sini.”

Mengganti suasana dapat mengalihkan perhatiannya sampai-sampai ia punya lumayan waktu untuk mendinginkan pikiran sejenak.

3. Bicara pelan dan nada yang rendah

Ingat, emosi tersebut menular. Namun, tidak boleh biarkan emosi yang salah yang malah menular.

Maka daripada bicara dengan nada tinggi lagipula sampai menjerit-jerit, kecilkan suara Anda. Bicaralah dengan tenang, gunakan volume pelan dan nada yang rendah.

Kalau Anda dapat tenang, pasangan Anda pun lama-lama menyadari bahwa emosian tidak terdapat gunanya. Ia pun bakal ikut tenang dan menurunkan volume suaranya.

4. Akui amarahnya

Marah ialah bentuk reaksi dari ketidakpuasan. Mungkin karena dirangsang oleh rasa insecure, kecewa, malu, atau pengkhianatan.

Daripada berkata, “Udahlah! Aku capek dengerin anda ngomel-ngomel terus!” atau “Lho, kenapa anda yang jadi marah? Harusnya aku yang ngomel!” yang justeru bisa buat masalah kian runyam, maka saat pasangan marah, akui perasaannya.

Marah ialah emosi alamiah masing-masing manusia. Katakan dengan sarat kasih sayang dan lembut bahwa kita tahu ia sedang marah. Misalnya dengan berbicara seperti, “Aku tahu anda sedang marah dan kecewa sama aku…” atau “Aku tahu anda mungkin tersinggung, kecewa, sedih, atau bahkan marah. Tapi aku nggak dapat baca pikiranmu. Kenapa anda marah?”

Pernyataan-pernyataan laksana ini dapat sedikit menolong meredakan amarah pasangan, dan malah membuka ruang diskusi yang lebih manusiawi.

5. Tetap diam dan dengarkan

Setelah bertanya dan ia menjawabnya (meski barangkali masih tetap marah), kita usahakan diam dan dengarkan baik-baik. Memotong percakapan saat ngobrol biasa saja akan bikin bete, lagipula kalau mencukur pembicaraan orang yang sedang marah? Bisa tambah panas suasananya.

Jadi, lebih baik dengarkan saja omelannya hingga ia merasa lumayan puas dan kesudahannya berhenti sendiri. Dengan memperhatikan Anda pun akan lebih mengetahui apa sumber masalah sebenarnya.

Sementara mendengarkan, tunjukkan ke pasangan bahwa kita benar-benar tulus mendengarkannya dengan satu atau dua kata, contohnya “oke” atau “iya aku mengerti” namun tidak bernada memojokkan, serta dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh Anda.

Jangan tak sempat untuk mohon maaf benar-benar dari hati bilamana sumber masalahnya memang dari kita sendiri.

Cara Cepat Mendinginkan Emosi Pasangan yang Sedang Marah