Pakai Ban Serep Mobil, Kenali Batasannya

Di sejumlah mobil, ban cadangan atau serep mempunyai ukuran yang bertolak belakang dengan ban utama yang sedang digunakan. Biasanya ban itu lebih kecil sebab ruang penyimpanan yang disediakan pun kecil.
Tujuannya supaya ban serep hanya dipakai pada saat terpaksa dalam masa-masa yang tidak lama. Nah guna Otolovers yang tidak jarang berpergian naik mobil bahkan bakal membawanya ketika mudik, terdapat baiknya mengenali sifat dari ban serep sebelum benar-benar dipakai pada masa-masa tertentu.

Berdasarkan keterangan dari UU LLAJ Nomor 22 tahun 2009 pasal 57, masing-masing kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan mesti dilengkapi perangkat kendaraan bermotor, guna mobil salah satunya ban cadangan. Sementara pada Pasal 278, andai perlengkapan itu tak menyeluruh akan dipidana kurungan sangat lama 1 (satu) bulan atau denda sangat paling tidak sedikit Rp 250.000. Oleh sebab tersebut penting rasanya untuk memahami bagaimana peraturan dari ban serep tersebut sendiri bila digunakan.

Lewat perbincangan bareng Senior Manager Bussines Support Sales Replacement PT Gajah Tunggal Tbk Aries Abdullah, ban serep hanya dipakai pada masa-masa mendesak atau terpaksa saja. Jarak pemakaiannya juga tidak boleh paling jauh, hanya lumayan untuk hingga bengkel mobil terdekat.

"Ban serep itu melulu dipergunakan untuk membawa mobil hingga ketemu bengkel terdekat. Ini tidak dianjurkan untuk terus-menerus dipakai karena sifatnya ialah temporary. Cukup bahaya kalau dipakai terus-menerus," ucapnya untuk wartawan di Jakarta.

"Soalnya, ban serep mempunyai ukuran yang cukup bertolak belakang dengan ban normal. Dia lebih kecil sampai-sampai traksi dan pengeremannya bakal berbeda. Itulah di antara bahayanya kalau dipakai terlalu jauh," tambah Abdullah.

Untuk batas kecepatan mobil saat memakai ban serep sendiri ialah 60 km/jam atau tidak melebihi 80 km/jam. Karena, daya pengereman ban sangat bertolak belakang dengan ban normalnya.

"Kecepatan kendaraan bila pakai ban serep tersebut tertulis ialah maksimum 80 km/jam, jangan lebih. Tapi anda sarankan ialah di kecepatan 60 km/jam saja. Soalnya menggunakan ban serem paling bahaya. Seperti yang saya sampaikan tadi, ban ini diameternya lebih kecil otomatis traksi dan pengereman pun berbeda. Takutnya mobil tergelincir," ucap Abdullah.

Di peluang yang sama, dirinya pun mengatakan bahwa walaupun ban telah tidak terdapat anginnya atau kempes, mobil dapat tetap diangkut jalan hingga 5 km. Asalkan, pelek mobil tidak diganti atau standar.

"Kalau mobil kena ranjau paku pastikan anda berhenti di lokasi yang aman dahulu, tidak boleh ditengah jalan dan panik. Selama dia terdapat velg nya, ban tersebut masih dapat dibuat jalan walaupun anginnya telah habis. Kecuali bila velg nya telah diganti jadi lebih kecil. Di kondisi terpaksa mobil dapat kok hingga 5 km, tidak masalah," papar Abdullah.

Pakai Ban Serep Mobil, Kenali Batasannya